For Kids

Subscribe Us

Laporkan Penyalahgunaan

Blog by.ukhadza

Follow Us

Shop By.Ukhadza

Advertisement

Responsive Advertisement

Newsletter

Get notifications from this blog

BY. UKHADZA

6/recent/slider
Langsung ke konten utama

Tips Memilih Model Baju yang Cocok untuk Bayi


 

Tips Memilih Model Baju yang Cocok untuk Bayi


Sudah tahu model baju mana yang ingin Bunda siapkan si kecil? Selain model baju, ada banyak faktor yang perlu jadi pertimbangan Bunda dalam memilih baju untuk si kecil. Sebelum mulai berbelanja baju untuk si kecil, perhatikan faktor-faktor berikut ini demi kenyamanan dan keamanan si kecil:


1. Pilih bahan yang nyaman

Katun adalah bahan yang paling cocok untuk bayi karena menyerap keringat dan tidak panas. Hindari baju dari bahan sintetis, misalnya polyester atau nilon. Kalau baju bayi tidak menyerap keringat dengan baik, pori-pori kulit bayi jadi tersumbat dan menyebabkan biang keringat.


2. Baju yang mudah dicuci

Bayi berganti baju lebih dari tiga kali sehari. Dipastikan Bunda akan mendapatkan banyak cucian tambahan. Baju bayi yang mudah dicuci dan bisa dicuci dengan mesin akan sangat menghemat waktu dan tenaga Bunda.


3. Pilih baju yang agak longgar

Kulit bayi lebih tipis dibandingkan orang dewasa sehingga baju terlalu ketat bisa menyebabkan iritasi. Selain itu, baju terlalu ketat akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan susah bergerak. Membeli pakaian yang agak longgar juga cenderung lebih hemat karena bayi tumbuh sangat cepat. Baju yang terlalu ketat akan cepat menjadi kekecilan dan tidak bisa dipakai lagi.


4. Baju dengan kancing di bagian depan

Bayi yang baru lahir akan menghabiskan sebagian besar waktunya dalam keadaan berbaring. Baju dengan kancing belakang akan membuat dia merasa tidak nyaman. Kalau Bunda membeli baju bayi dengan kancing di bagian belakang, pastikan ukuran kancing tidak terlalu besar. Baju berkancing depan juga lebih mudah dilepas dan dipakaikan pada bayi baru lahir yang kepalanya belum cukup kuat.


5. Hindari baju bayi dengan karet elastis atau kerutan

Baju dengan kerutan yang terlalu sempit di bagian dada bisa membuat bayi susah bernafas. Baju bayi dengan karet elastis yang terlalu ketat di bagian pergelangan tangan, lengan, paha, dan pinggang bisa mengganggu aliran darah bayi. Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan di atas, pakaian yang terlalu ketat bisa membuat kulit bayi iritasi.

6. Hindari aksesori berlebihan

Bayi suka memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Baju bayi dengan aksesori atau hiasan berukuran kecil seperti payet atau pita yang bisa lepas dikhawatirkan bisa tertelan dan membahayakan bayi. Karena itu, hindari baju bayi dengan hiasan yang berlebihan. Kalau Bunda ingin membeli baju bayi dengan hiasan, pastikan hiasan tersebut terjahit rapi dan tidak mudah lepas. Hindari baju dengan hiasan yang hanya ditempel saja.


7. Pilih ukuran berdasarkan berat badannya

Ukuran baju bayi sebaiknya dipilih berdasarkan berat badan bayi, bukan berdasarkan usia. Karena itu, Bunda disarankan untuk tidak terlalu banyak membeli baju bayi ukuran newborn. Setelah lahir, berat badan bayi biasanya akan bertambah dengan cepat sehingga baju bayi ukuran newborn tidak akan dipakai dengan lama.


8. Mudah dilepas dan dipakaikan

Memakaikan baju pada bayi kecil yang tidak bisa diam bisa jadi perjuangan tersendiri. Karena itu, baju bayi yang praktis dan mudah dipasangkan pada bayi adalah pilihan yang paling tepat. Misalnya, pakaian dengan kancing atau ritsleting di bagian kaki bayi sehingga bila ingin mengganti popok si kecil, Bunda tidak perlu membuka semua baju si kecil. Cukup membuka kancing atau resleting di bagian kaki tersebut untuk mengganti popok bayi.


9. Pilih baju untuk segala cuaca

Bayi mudah kepanasan dan mudah kedinginan, jadi siapkan bayi dengan pakaian yang sesuai dengan cuaca. Mengingat Indonesia adalah negara tropis, pakaian dari bahan yang dingin dan menyerap keringat adalah pilihan terbaik. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan jaket atau pakaian hangat untuk berjaga-jaga jika cuaca berubah menjadi hujan atau dingin.


10. Sesuaikan dengan kebutuhan dan tumbuh kembang bayi

Bayi baru lahir belum bisa menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungannya sehingga mereka mudah merasa kedinginan atau kepanasan. Karena itu, pakaian bayi seperti terusan/jumpsuit lengan panjang dengan kaki yang tertutup bisa jadi pilihan yang praktis. Ini karena Bunda tak perlu memakaikan kaus kaki pada si kecil.

Ketika si kecil sudah mulai belajar berjalan, jumpsuit tutup kaki jadi kurang cocok untuk si kecil karena ia akan kesulitan menjejak bila kakinya terbungkus dalam jumpsuit. Jadi, sesuaikan baju bayi dengan kebutuhan bayi ya, Bun.

Pemilihan pakaian yang tepat untuk si kecil punya peran cukup penting dalam mencegah masalah kulit bayi seperti iritasi atau biang keringat. Agar si kecil selalu segar, gunakan Zwitsal Baby Cologne Natural Fresh Day setelah mandi. Selain itu, kalau bayi merasa nyaman dan kebutuhannya terpenuhi, ia akan lebih bebas mengeksplorasi lingkungannya sehingga stimulasi yang Bunda berikan untuk si kecil bisa diterima dengan lebih baik untuk tumbuh kembangnya.



Baca juga :

Contoh Baju Bayi Yang Nyaman Dipakai Sehari-hari

Komentar

© 2020 By.Ukhadza

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.